Friday, October 25, 2019

Orang Tua Harus Waspada Dengan Game yang Dimainkan Oleh Anaknya



Kemarin saya iseng-iseng melihat adik saya yang masih kecil bermain game di HPnya, terlihat sangat seru tanpa melihat sekeliling, bahkan ketika saya bertanya, dia abaikan saja karena sudah terhipnotis sama game tersebut.

Kemudian karena saya adalah orang yang senang bermain game ketika waktu senggang, saya pun penasaran akhirnya dan mendekati adik saya untuk mengetahui game apa yang dia mainkan.

Sesaat saya melihat game tersebut, saya sangat kaget banget.

Ternyata yang dimainkan oleh adik saya adalah game yang sangat sadis, sebuah game yang mengharuskan playernya atau para pemainnya melakukan pembunuhan kepada tokoh-tokoh atau orang-orang yang tidak bersalah dalam game tersebut dengan cara yang sangat keji.

Saya akan coba jelaskan disini secara detail permainan tersebut, supaya anda sebagai orang tua bisa tau juga dimana letak kekejaman dalam game ini.

Pertama saya tidak bisa menyebutkan nama game tersebut karena alasan undang-undang ITE yang sekarang ini super ketat.

Game di mulai..

Pemain adalah siswa sekolah, saya tidak tau ini siswa SMP atau SMA, seorang siswa (dalam hal ini adalah player atau pemain) diharuskan membunuh siswa lain untuk meningkatkan level, atau bisa disebut ini adalah syarat untuk menuju level berikutnya.

Cara membunuh bisa dikatakan sangat sadis, saya sebagai orang dewasa pun merasa tidak sanggup menontonnya.

Siswa membunuh bisa menggunakan pisau langsung, dan ini harus dilakukan di tempat umum dan ada banyak orang, karena background pada game saat itu yang saya lihat di halaman sekolah, kantin, jalan pulang sekolah.

Kalau player menusuk di bagian perut siswa lain, maka harus berulang untuk membuatnya mati, jadi paling tidak pemain harus memilih bagian leher.

Disaat pisau atau apapun mengenai target maka akan ada darah yang terlihat sama persis seperti darah manusia, berwarna merah, adegannya persis seperti di film pembunuhan sadis, tapi ini tanpa di sensor, dan yang melakukan pembunuhan adalah anak anda yaitu pemain utama atau player, game ini tidak bisa multiplayer.

Selain pisau, ada juga batu yang digunakan untuk membunuh.

Pada level lainnya pemain dapat menjadi hantu, hantu yang mengejar dan membunuh player lain dengan cara yang sadis pula.

Kalau saat ini anda berpikir, anak anda tidak akan melakukan itu di dunia nyata karena mereka sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk, anda sangat salah.

Di alam bawah sadar mereka lama kelamaan akan terbiasa dengan hal sadis seperti itu, jadi kemungkinan psikologi mereka akan terganggu, dan menganggap membunuh itu hal yang biasa.

Ada seorang psikolog yang mengatakan, apa yang kamu tonton itulah kamu akan menjadi.

Contoh sederhana, setelah anda menonton film horor, anda pasti beberapa saat kadang takut untuk pergi sendirian ke kamar mandi?

Jika saat ini anda sibuk membatasi tontonan anak yang tidak-tidak sedangkan game yang mereka mainkan sendiri malah mengajari secara langsung hal buruk dengan detail.

Dan juga jangan bahagia dulu ketika anak anda diam dan tidak rewel hanya karena bermain game, karena mungkin mereka sedang memainkan game yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Sebenarnya tidak semua game atau bermain game itu buruk, inilah peran anda sebagai orang tua untuk mengecek apa saja isi ponsel anak anda, meskipun ia sudah SMP, SMA atau bahkan masih anak-anak, kemudian memberikan arahan yang benar.

OH ya! selain game sadis tersebut, ada juga beberapa game yang akan merubah attitude atau perilaku (termasuk cara bicara) anak anda menjadi kasar dan buruk, yaitu game yang bisa chat dengan player atau pemain lain.

Saat ini banyak saya temui anak kecil yang berkata kasar, itu bisa jadi dia mendapatkan kata-kata dari temannya di game mereka. Silahkan baca sampai akhir artikel untuk mengetahui game apa itu.

Kalau saat ini anda jadi bingung, bagaimana anda membatasi aplikasi atau game yang layak untuk anak anda, silahkan baca artikel dibawah ini :


Tapi diluar dari kesadisan game yang saya ceritakan diatas, saat ini game bahkan sudah masuk di SEA Games dan Piala Presiden.

Banyak juga yang menjadikan bermain game adalah sebuah profesi, seperti youtuber-youtuber terkenal salah satunya akun youtube Pewdiepie.

Jadi kembali lagi, kecanggihan bisa menjadi bom atau bisa menjadi hal yang bermanfaat, tergantung dari bagaimana kita memanfaatkannya dengan cara yang baik dan benar.

Ini ada beberapa game terbaru dan sedang populer yang mungkin cocok juga untuk anak anda :

1. Magic Tiles 3

Magic Tiles 3
Magic Tiles 3

Game ini dapat mengasah anak anda dalam mengetahui bunyi piano dan juga mengasah fokus anak, dengan lagu-lagu yang berkualitas, selain piano, ada juga alat musik lainnya yang bisa ditemukan di mode band.

2. Subway Surfers

Subway Surfers
Subway Surfers

Game Subway Surfers ini sudah lama sekali dirilis sekitar tahun 2012 namun tetap populer dan banyak diminati sampai saat ini, karena game ini sangat fun, kita harus melakukan perjalanan menggunakan sepeda dan menghindari tertabrak kereta.

Pemandangan dan juga kualitas grafik cukup bagus, jadi tak heran banyak pemain yang masih menyukai game ini.

3. Fun Race 3D

Fun Race 3D
Fun Race 3D

Baru dirilis Juni 2019 namun sudah di download lebih dari 100 juta pengguna. Selain Fun Race 3D, mereka juga merilis game sejenis ini yaitu Run Race 3D, Fun Bike Race 3D, Fall Race 3D dan lainnya.

4. Bus Simulator Indonesia

Bus Simulator Indonesia
Bus Simulator Indonesia

Bus Simulator Indonesia ini fiturnya cukup lengkap, kita benar-benar dibuat merasakan seperti sedang menyetir bus. Cocok untuk menambah pengetahuan anak dengan simulasi ini.

5. Sand Balls
Game Sand Balls
Game Sand Balls

Ini termasuk game baru juga, dirilis 12 Agustus 2019, dan saat ini penggunanya mencapai 50 juta lebih. Game ini mengharuskan pemainnya membuat jalan untuk dilewati bola mereka menuju finish, cocok untuk mengasah cara berpikir anak.

Selain lima game yang saya sebutkan diatas, saat ini game yang sangat disukai adalah Mobile Legends Bang Bang, hampir semua usia memainkan game tersebut, namun game tersebut sangat rawan bertemu dengan player Toxic.

Player Toxic adalah player yang suka marah-marah jika dirasa teman satu timnya atau lawannya membuat dia kesal, mereka akan mengumpat, bullying dan mengatakan kata-kata yang sangat kasar. Ini sangat tidak baik bisa berupa voice dan juga chat.

Menurut saya, game tersebut adalah game Mobile Legend dan PUBG Mobile adalah salah satu game yang paling parah dan paling banyak player Toxic nya berdasarkan penilaian saya memainkan keduaa game tersebut. Jadi sebaiknya jika anak anda memainkan game tersebut di rumah sebaiknya didampingi orang tua, atau paling tidak orang tua memberitahu anaknya bahwa yang mereka lakukan adalah tidak baik untuk dicontoh.

Namun baru-baru ini game Mobile Legends ini merilis game yang menurut saya sangat ramah dan cocok untuk anak-anak.

Nama gamenya adalah Mobile Legends Adventure, cocok dan ramah untuk anak-anak karena sesama pemain saat ini ditulis tidak dapat melakukan chat apapun dengan player lainnya. Tapi game ini tetap asyik dimainkan dan sangat mirip dengan game Mobile Legends Bang Bang.

Perbedaan dari kedua game tersebut bisa dilihat dari video dibawah ini. Atau bisa lihat full videonya di Youtube.

Menurut anda gimana cara terbaik mencegah pengaruh buruk dari luar terhadap anak anda di dunia maya? yuk diskusi di kolom komentar :)






Bagikan

Jangan lewatkan

Orang Tua Harus Waspada Dengan Game yang Dimainkan Oleh Anaknya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel seperti di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru yang saya tulis, tidak ada spam atau sejenisnya kok :)

Kalau teman-teman punya komentar atau mungkin ingin berdiskusi seputar topik diatas boleh kok tulis di kolom komentar :)